Cari Postingan...

Saturday, December 29, 2018

PUISI : Rakit Kehidupan

Rakitku yg malang...
Sudah ditempah sedemikian rupa...
Kerja keras terbayar melihat kau dapat mengarungi air...
Mencoba keluar dari hulu sungai ini...
Apalah daya...
Kekuatanmu hanya sanggup untuk disungai kecil saja...
Ambisimu yg besar. Tapi tak didukung oleh Tekad yg kuat...
Rakitmu rapuh dimuara...
Jangan kau lanjutkan! Berhentilah disitu dan berbaliklah!! Sudah sepantasnya kau persiapkan diri untuk mengarungi air terluas itu...
Apalah daya...
Ego mengesampingkan logikamu...
Kayu mulai retak, Rakitmu sudah tak sanggup...
Berharap keajaiban tuhanmu pun tak kau lakukan...
Apa yg ada di otakmu itu idiot?...
Yakin pada kemampuan rakit peyotmu itu?...
Jangan bertingkah bodoh! Dibalik itu kau hanyalah meyakinkan dirimu sendiri...
Si Rakitpun tak kuat dan pecah ditengah lautan...
Sesal tak sudah, penyesalan tiada arti...
Sekarang baru kau tersadar bahwa ketapel memang harus ditarik mundur agar batu itu bisa terlontar jauh...
Tenggelam dalam penyesalan itu memang sungguh menyedihkan...

Pict hanya pemanis :D
Foto : Abu Zar Alghiffar Napitupulu

No comments:

Post a Comment